AI Masuk Sekolah, Lampung Tengah Dorong Guru dan Siswa Jadi Generasi Cakap Digital

Lampung Tengah – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah mendorong penguatan literasi dan kompetensi digital di lingkungan pendidikan seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui dukungan terhadap Program Nasional AI Goes To School (AI GTS) bersama MAFINDO yang resmi dibuka di LEC Paramarta, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah, Rabu (5/8/2026).

Pembukaan program tersebut dihadiri Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, Plt Koordinator MAFINDO Lampung Yoga Pratama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas Amirico, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah Nur Rohman, Plt Kepala Dinas Kominfotik Kabupaten Lampung Tengah Dina Tyagita Vidya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Tengah Bambang Setiawan, Camat Seputih Banyak Theni Vandra, serta sejumlah pemangku kepentingan dan peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, I Komang Koheri menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Lampung dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Program AI Goes To School. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.

Ia menilai perkembangan AI membawa peluang besar bagi dunia pendidikan, mulai dari meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses informasi, hingga membuka ruang kreativitas dan inovasi bagi guru maupun peserta didik.

Namun, di balik peluang tersebut terdapat tantangan yang tidak dapat diabaikan. Penyebaran informasi palsu, penyalahgunaan teknologi, ketergantungan terhadap teknologi, hingga persoalan etika digital menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama.

Karena itu, menurut Komang Koheri, kemampuan menggunakan AI tidak cukup hanya sebatas keterampilan teknis. Guru dan siswa juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami etika, serta mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

“Melalui Program Nasional AI Goes To School, saya berharap para guru dan tenaga pendidik memperoleh wawasan, keterampilan, serta pemahaman yang lebih baik dalam memanfaatkan teknologi AI sebagai media pembelajaran yang inovatif,” ujar Komang Koheri.

Ia berharap para pendidik juga mampu membimbing peserta didik agar menjadi generasi yang cakap digital, kritis dalam menerima informasi, kreatif dalam menghasilkan gagasan, serta bijaksana dalam memanfaatkan teknologi.

Komang Koheri mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk memperluas pengetahuan, bertukar pengalaman, sekaligus membangun jejaring kolaborasi dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Lampung Tengah dan Provinsi Lampung.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah untuk terus mendukung transformasi digital di sektor pendidikan.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru dan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi secara positif merupakan investasi strategis untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Transformasi digital harus kita sikapi dengan kesiapan sumber daya manusia. Kita ingin teknologi menjadi alat untuk memperkuat pendidikan, bukan justru menghilangkan nilai-nilai pendidikan itu sendiri,” tegasnya.

AI Harus Jadi Peluang, Bukan Ancaman

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela mengatakan perkembangan AI harus dilihat sebagai peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurutnya, teknologi AI dapat membantu proses pembelajaran menjadi lebih inovatif dan adaptif apabila digunakan secara bijaksana, bertanggung jawab, dan tetap berpegang pada nilai-nilai etika.

Jihan berharap Program Nasional AI Goes To School dapat meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi digital sehingga mampu menghadirkan metode pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Di sisi lain, peserta didik juga perlu dipersiapkan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memahami, menyaring, dan memanfaatkan teknologi secara sehat dan produktif.

“AI harus kita jadikan peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan secara bijak dan tetap mengedepankan etika,” ujar Jihan.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara MAFINDO, Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah menghadirkan program tersebut.

Kolaborasi lintas sektor, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus tetap menjaga karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.

Program AI Goes To School di Lampung Tengah diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam mempersiapkan dunia pendidikan menghadapi era transformasi digital. Guru yang semakin adaptif, siswa yang semakin kritis, serta pemanfaatan AI yang beretika menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi Lampung menuju Indonesia Emas 2045. (Red/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *